Penerbangan 12 Juni lebih mendekati tujuan misi, karena Mach 1,4 di ketinggian 55.000 kaki adalah profil yang akan digunakan saat terbang di atas beberapa komunitas di AS untuk mengumpulkan data respons publik.

NASA berencana menerbangkan X-59 di atas komunitas, melakukan survei terhadap penduduk, dan membagikan hasilnya kepada regulator AS dan internasional.

>>> Nicola Peltz Hengkang dari Yayasan Anjing, Sempat Minta Dukungan Victoria Beckham

Tujuannya adalah menciptakan standar kebisingan berbasis data untuk penerbangan supersonik komersial di atas daratan.

Meskipun X-59 berhasil mencapai Mach 1,4, masih diperlukan uji kinerja selama beberapa bulan sebelum fase validasi akustik dimulai.

Dari sisi komersial, pesawat yang lebih cepat dapat mempersingkat perjalanan jauh dan membuka rute premium baru, serta memperkuat posisi produsen AS dalam aviasi kecepatan tinggi.

Namun, X-59 hanyalah demonstrator kebisingan, bukan solusi penuh untuk masalah iklim aviasi.

International Council on Clean Transportation memperkirakan bahwa pesawat supersonik akan membakar 7 hingga 9 kali lebih banyak bahan bakar per kursi-mil dibandingkan pesawat subsonik.

Dengan demikian, generasi berikutnya aviasi supersonik harus mengatasi lebih dari satu hambatan: kebisingan, konsumsi bahan bakar, emisi, dan efek atmosfer di ketinggian.

Penerbangan supersonik pertama X-59 belum berarti penumpang akan segera naik pesawat supersonik yang tenang di seluruh AS.

Namun, ini menunjukkan bahwa NASA telah memindahkan perdebatan dari gambar dan janji ke penerbangan terukur.

Jika dentuman lembut terbukti dapat diterima, regulator dan produsen mungkin memiliki jalur baru ke depan.

>>> Ibu Lima Anak Sering Dikritik, Suami Dipuji Jadi 'Super Dad'

Jika tidak, penerbangan supersonik di atas daratan mungkin akan tetap menjadi ide yang kuat namun tertahan selama beberapa dekade.