Sebagai informasi, Norwegia merupakan pemasok gas jalur pipa terbesar di Eropa dan memproduksi sekitar 2 persen minyak global, atau sekitar 4 juta boepd untuk total minyak dan gas.

Serikat pekerja Safe pertama kali meluncurkan aksi mogok kerja pada 15 Juni setelah gagal mencapai kesepakatan upah dengan pihak pemberi kerja.

in1

Di sisi lain, serikat pekerja lain bernama Styrke telah menerima tawaran upah yang diajukan.

Merespons situasi terkini, pihak Safe menyatakan pada Jumat (26/6) bahwa mereka berencana menarik 63 anggota tambahan dari sisa 500 pekerja yang dikecualikan mulai 1 Juli mendatang.

Langkah ini menambah daftar 378 anggota Safe yang sudah lebih dulu melakukan pemogokan.

Secara hukum, pemerintah Norwegia memiliki wewenang untuk mengintervensi demi menghentikan aksi mogok kerja maupun lockout jika dinilai membahayakan kepentingan ekonomi vital negara.

Namun, pemerintah menegaskan tidak akan gegabah mengambil langkah tersebut.

"Ambang batas untuk intervensi sangatlah tinggi.

>>> Korea Selatan Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Gagal Masuk Delapan Besar Peringkat Ketiga Terbaik

Arbitrase upah wajib adalah, dan harus tetap menjadi, pilihan terakhir," ujar Menteri Ketenagakerjaan Kjersti Stenseng kepada Reuters pada Selasa (22/6) lalu.