Reaksi penggemar cukup tajam.

Seorang penggemar menulis, "YEOSANG benar-benar pantas mendapatkan yang lebih baik karena hanya mendapat satu baris lagi di lagu utama sungguh konyol."

in1

Yang lain mengaku frustrasi melihat masalah ini berlanjut "di tahun ke-8 kariernya".

Perdebatan tentang distribusi porsi Yeosang bukanlah hal baru.

Sepanjang karier ATEEZ, penggemar Yeosang sering menyoroti bahwa ia menerima porsi lebih sedikit dibandingkan vokalis utama dan rapper.

>>> Agensi Kim Junsu Putus Kerja Sama dengan Produser Terkait Dugaan Penipuan dan Pencurian

Sebagian penggemar lain menolak sudut pandang tersebut, dengan mencatat bahwa peran Yeosang dalam grup secara historis lebih condong ke performa daripada output vokal.

Membandingkan jumlah baris antar anggota dengan peran berbeda bisa terlalu menyederhanakan masalah.

Perdebatan 2: Konsep Latin

Percakapan kedua berpusat pada penggunaan lirik bahasa Spanyol dan pengaruh musik Latin dalam lagu tersebut.

Beberapa penggemar Amerika Latin menyatakan kekecewaan terhadap liriknya. Mereka merasa lirik tersebut hanya mengambil kata-kata acak dalam bahasa Spanyol tanpa kedalaman budaya yang memadai.

Seorang penggemar berkomentar, "Rasanya mereka mengambil sekumpulan kata acak dalam bahasa Spanyol dan melemparkannya ke sana, lalu menyebutnya estetika Latin dan selesai."

Yang lain mempertanyakan mengapa ATEEZ terus menggunakan konsep Latin sementara jarang tur ke Amerika Latin di luar Meksiko.

Mayoritas reaksi ATINY Latin berhenti pada anggapan bahwa lagu tersebut ofensif.

Beberapa penggemar membedakan: masalahnya bukan karena lirik tidak sopan, melainkan mengecewakan—sebuah peluang yang terlewatkan untuk terlibat lebih bermakna dengan budaya yang dirujuk.

Di sisi lain, banyak pendengar membela comeback ini dan memuji kreativitas grup.

Sebagian menyebut "Bad" sebagai salah satu rilisan K-pop paling unik tahun ini, sementara yang lain mengatakan lagu tersebut semakin enak didengar setelah diputar berulang kali.