Budaya Hierarki yang Masih Sangat Kental

Salah satu alasan saya mengaitkan sesi sambutan dengan budaya feodal adalah kuatnya unsur hierarki yang terlihat.

Dalam banyak acara, urutan sambutan biasanya mengikuti struktur jabatan, dari pejabat rendah hingga yang paling tinggi.

in1

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar perhatian yang diberikan kepada sambutannya. Pola ini menunjukkan bahwa jabatan sering kali lebih dihormati daripada waktu peserta.

Ratusan orang bisa diminta duduk dan menunggu hanya agar semua figur penting memperoleh kesempatan berbicara di depan publik.

Namun, tidak ada yang berani mempertanyakan kebiasaan ini karena sudah dianggap sebagai bagian dari tata krama dan penghormatan.

Perlu digarisbawahi, saya tidak berpendapat bahwa sesi sambutan harus dihapus sepenuhnya. Dalam banyak kesempatan, sambutan tetap memiliki fungsi penting sebagai pembuka acara atau sarana menyampaikan pesan.

Yang perlu diubah adalah cara kita memandang sesi sambutan. Sambutan seharusnya mendukung acara, bukan mendominasi.

Oleh karena itu, sambutan sebaiknya tidak lebih dari lima menit.

Penghormatan kepada peserta seharusnya ditunjukkan dengan menghargai waktu mereka, bukan dengan memperpanjang daftar sambutan.

>>> Kode Meta Lock Juni 2026: Daftar Terbaru dan Cara Redeem

Selama sesi sambutan masih digunakan untuk mempertahankan hierarki dan formalitas berlebihan, saya akan terus melihatnya sebagai warisan feodal yang masih dianggap normal.