Texas menghadapi tingkat kejahatan ritel berulang dan terorganisir (ORC) yang lebih tinggi dari rata-rata nasional, menurut data terbaru dari platform intelijen kejahatan ritel global Auror.

Data tersebut menunjukkan bahwa 10 persen pelaku kejahatan ritel teratas bertanggung jawab atas lebih dari 71 persen kejahatan ritel yang tercatat di toko-toko Texas tahun lalu.

in1

>>> Persebaya Jadi Klub Pertama di Indonesia Gandeng RS Bangun Ekosistem Sports Medicine

Sebagai perbandingan, di seluruh AS, 10 persen pelaku teratas bertanggung jawab atas lebih dari 66 persen kejahatan, menurut data Auror.

Kolaborasi Digital Antara Ritel dan Penegak Hukum

Wawasan baru ini diperoleh dari beberapa peritel terbesar di Amerika Utara yang menggunakan platform Auror untuk mencatat insiden kejahatan secara konsisten setelah terjadi di toko mereka.

Pelaporan terstruktur dalam platform membantu peritel menghubungkan titik-titik pada pelaku berulang dan kejahatan terorganisir yang sebelumnya sering dianggap sebagai insiden terpisah.

Boot Barn, peritel pakaian kerja dan western terbesar di AS, adalah salah satu dari banyak peritel besar yang bekerja sama menggunakan teknologi untuk mengubah keadaan dan menjaga keamanan toko.

Brian Huff, Direktur Loss Prevention Boot Barn, mengatakan kehadiran besar mereka di Texas mendorong fokus pada pemberian alat yang tepat bagi staf untuk mengungkap insiden terkait di seluruh toko.

"Kolaborasi digital telah membantu kami membangun kasus berkualitas lebih tinggi untuk mengungkap pelaku berulang, bahkan ORC lintas negara bagian, dengan dukungan dari beberapa lembaga penegak hukum seperti Katy PD, Texarkana PD, dan Livingston PD," kata Huff.

Ia menambahkan bahwa hal itu membantu mengurangi waktu investigasi dari beberapa minggu menjadi 48 jam atau kurang berkat pelaporan terstruktur dan berbagi bukti digital yang efektif.