Perdebatan soal apakah sebuah game multiplayer sudah 'mati' kembali mencuat. Kali ini, Arc Raiders dan Marathon menjadi sasaran kritik karena jumlah pemain yang fluktuatif.

Namun, John 'Bucky' Buckley, global community manager dan kepala penerbitan di Pocketpair (pengembang Palworld), angkat bicara. Ia menilai banyak pihak salah memahami metrik pemain.

in1

>>> Cara Menaikkan Limit GoPay Pinjam agar Lebih Besar dan Fleksibel

CCU Bukan Segalanya

Buckley berargumen bahwa concurrent users (CCU) sering disalahartikan. Penurunan angka pemain yang terlihat belum tentu mencerminkan basis pemain yang menyusut.

"Apakah banyak yang salah paham tentang apa arti CCU?" tanyanya dalam sebuah unggahan.

Ia menjelaskan bahwa pergantian pemain terjadi terus-menerus.

"Inilah mengapa DAU dan MAU (pelacakan pemain unik dalam periode waktu) jauh lebih penting," tambahnya. Metrik keterlibatan jangka panjang memberikan gambaran yang lebih jelas.

Ia mencontohkan bahwa dalam game dengan ribuan pengguna harian, pemain mungkin hanya bertemu sebagian kecil komunitas dalam satu sesi.

Label 'Game Mati' Sering Dibesar-besarkan

Buckley juga menyoroti bahwa label 'game mati' sering dipakai untuk menarik perhatian, bukan karena akurat. Klaim dramatis tentang penurunan pemain cenderung menghasilkan klik dan keterlibatan.

"Ya, kami ingin game memiliki jutaan pemain... tapi ada titik di mana game disebut 'mati' sebelum waktunya hanya karena itu menarik banyak views," ujarnya.

Ia menggambarkan perdebatan ini melelahkan.

"Satu sisi adalah oknum yang asal melempar data Steam charts, sisi lainnya adalah penggemar yang khawatir game kesayangan mereka akan berakhir."

Hal ini mencerminkan ketegangan di komunitas game, di mana visibilitas data membuat tren pemain lebih transparan, tetapi tidak selalu lebih dipahami.