>>> Spesifikasi iQOO Neo 11S Bocor, Rilis Dekat

"Kalau ada pandemi lagi, harus memiliki ekosistem obat-obatan, diagnostik, dan vaksin yang kuat di negara ini untuk memenuhi kebutuhan 280 juta penduduk," ujarnya.

in1

Budi menilai kemampuan tersebut juga perlu dimiliki negara-negara ASEAN lain dengan populasi besar seperti Vietnam, Filipina, Thailand, dan Myanmar.

Oleh karena itu, transfer teknologi kesehatan dan penguatan kapasitas produksi vaksin di kawasan menjadi hal yang penting.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu mengingatkan ASEAN tidak boleh menunggu pandemi berikutnya untuk mulai melakukan persiapan.

"Jangan tunggu sampai pandemi berikutnya baru kita panik lagi. Pada saat kita masih dalam keadaan yang belum ada pandemi, kita harus persiapkan diri," kata Mari.

Mari mengatakan, pembahasan forum tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi vaksin semata.

Negara-negara ASEAN juga membahas perlunya memperkuat rantai pasok kesehatan regional agar produk kesehatan yang diproduksi di satu negara dapat dengan cepat didistribusikan ke negara lain saat terjadi krisis kesehatan.

Selain itu, ASEAN juga didorong mempercepat kerja sama regulasi melalui mekanisme mutual recognition agreement (MRA) sehingga vaksin dan obat yang telah memperoleh persetujuan di satu negara dapat lebih mudah digunakan di negara anggota lainnya.

Menurut Mari, kerja sama riset dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan juga menjadi bagian penting dari agenda kawasan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi berikutnya.

>>> Xiaomi Resmi Luncurkan Perangkat NAS Pertama, Xiaomi Smart Storage

Ia berharap berbagai komitmen yang selama ini telah disepakati ASEAN dapat segera diimplementasikan dan tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan.