Vivo secara resmi merinci spesifikasi inti Vivo X Fold 6 menjelang peluncurannya pada 26 Juni.

Ponsel lipat ini dirancang sebagai perangkat flagship yang menggabungkan produktivitas berbasis AI, perangkat keras pencitraan canggih, dan baterai besar.

in1

>>> Clean Up iOS 27 vs AI Eraser Android: Mana yang Lebih Rapi?

Di jantung Vivo X Fold 6 terdapat prosesor MediaTek Dimensity 9500 Super Edition yang dipadukan dengan penyetelan Blue Crystal milik Vivo.

Perangkat ini akan menjalankan OriginOS 6 Fold, platform perangkat lunak yang dirancang khusus untuk layar lipat besar dan interaksi multi-thread.

Vivo juga memperkenalkan fitur Atomic Workbench yang ditingkatkan dengan dukungan mode tugas serial dan paralel, memungkinkan beberapa aplikasi berjalan bersamaan dalam satu layar.

Perusahaan menyatakan ponsel lipat ini dirancang menjadi perangkat produktivitas AI yang kuat.

Pengguna dapat menggabungkan alur kerja AI dengan multitasking layar besar.

Fitur tambahan seperti mode desktop dan dukungan WPS level PC dimaksudkan untuk menjadikan perangkat ini alternatif yang lebih mumpuni untuk bekerja saat bepergian.

Vivo X Fold 6 hadir dengan baterai 7.000mAh di semua varian.

Baterai ini menggabungkan teknologi baterai silikon-karbon generasi kelima dengan desain semi-solid-state generasi ketiga, mengatasi tantangan utama perangkat lipat: menyeimbangkan kapasitas baterai dengan bentuk yang ramping.

>>> Insentif Kendaraan Listrik Tinggal Menunggu Keputusan Presiden

Ponsel ini juga menggunakan material layar M14 Samsung pada layar dalam dan perlindungan Armour Glass generasi kedua pada layar luar.

Kamera dan Fitur Unggulan

Fotografi menjadi fokus utama lainnya.

Vivo X Fold 6 memiliki kamera utama ZEISS 200 megapiksel dengan sensor besar 1/1,4 inci dan stabilisasi CIPA 4,5.