Seorang sumber FBI menghubungi TMZ pada Selasa pagi untuk membahas tuntutan tebusan dalam kasus penculikan Nancy Guthrie, serta orang yang mengaku tahu di mana jasadnya dikubur.

Sumber tersebut menghubungi TMZ setelah hampir sebulan tidak mendapat respons dari biro.

in1

>>> Klasemen Piala Dunia 2026: Portugal Puncaki Grup K Usai Bantai Uzbekistan 5-0

Sebelumnya, FBI rutin berkomunikasi dengan TMZ terkait surat tebusan pertama dan email dari seseorang yang mengaku mengetahui identitas para penculik serta lokasi jasad Nancy.

Kini, kronologi minggu pertama yang kritis menjadi lebih jelas.

Sumber yang terlibat langsung dalam penyidikan mengatakan bahwa Savannah Guthrie secara tersirat memohon kepada para penculik seminggu setelah penculikan untuk mengembalikan jasad ibunya dan menawarkan uang.

Hal itu dilakukan karena para penculik tampak panik setelah Nancy meninggal tak lama diculik dan seolah mundur dari tuntutan uang.

Savannah menawarkan uang untuk memotivasi mereka mengarahkan keluarga ke lokasi Nancy.

>>> Dustin Poirier Berulah Saat Ditangkap di Bandara: 'Aku Akan Melawanmu Sekarang'

Menurut sumber, para penculik tidak pernah menanggapi tawaran tersebut dan tidak ada uang yang dibayarkan, kecuali sejumlah kecil yang dimasukkan FBI ke akun bitcoin mereka dengan harapan dapat mengungkap identitas pelaku.

Sementara itu, orang yang mengirim hampir selusin email ke TMZ dan mengaku tahu lokasi jasad serta identitas penculik masih diburu FBI.

Sumber mengatakan agen yakin akan menemukan orang tersebut.

TMZ sempat menawarkan untuk membuat film dokumenter dan membayar bitcoin kepada pengirim email, namun sumber meminta agar rencana itu diurungkan karena penyidikan sudah berkembang.

FBI juga meyakini pengirim email itu mungkin seorang wanita.

>>> Top Skor Piala Dunia 2026: Ronaldo Kejar Messi, Mbappe, dan Haaland

Sumber mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa kasus ini pada akhirnya akan terpecahkan, kemungkinan oleh seseorang yang membual tentang penculikan atau mantan kekasih yang melapor ke pihak berwenang.