Sepanjang tahun 2026, Lisa lebih sering diperkenalkan bukan sebagai bintang K-Pop, melainkan sebagai aktris HBO, pengisi acara pembuka Piala Dunia FIFA, dan penyanyi residen Las Vegas Strip.

Perubahan ini menandai fase baru dalam karier anggota BLACKPINK tersebut — fase yang tidak pernah dirancang oleh industri K-Pop.

in1

>>> EVAN Debut Solo dengan 'Ride or Die', Fans Sebut sebagai Mahakarya K-Pop

The White Lotus Mengubah Apa yang Mungkin

Titik baliknya adalah musim ketiga serial HBO The White Lotus yang sebagian besar syuting di Thailand.

Lisa memulai debut aktingnya dengan nama lahirnya, Lalisa Manoban — anggota BLACKPINK ketiga yang debut sebagai aktris, dan kedua yang memiliki debut Hollywood setelah Jennie.

Perbedaan antara "bintang K-Pop dalam cameo" dan "aktris dengan peran substansial dalam serial pemenang Emmy" sangat signifikan, dan industri hiburan memperlakukannya secara berbeda.

Untuk pertama kalinya, jutaan penonton yang belum pernah mendengar lagu BLACKPINK melihat Lisa sebagai aktris, bukan idola.

Kehadirannya dalam serial yang berlatar di negara asalnya, dengan peran yang memungkinkannya berbicara bahasa Thailand di layar, mengubah tawaran yang diterimanya — bukan lagi crossover K-Pop, melainkan proyek akting, festival, dan panggung yang tidak ada dalam sistem K-Pop.

Coachella, FIFA, dan Arti Panggung Tersebut

Di Coachella 2026, Lisa bergabung dengan produser Italia Anyma di Panggung Utama untuk debut dunia pertunjukan ÆDEN, membawakan single kolaborasi mereka "Bad Angel" dalam salah satu set yang paling banyak dibicarakan.

Penampilan itu menandai tahun keempatnya di panggung Coachella, menjadikannya artis K-Pop dengan penampilan terbanyak dalam sejarah festival.

Kemudian di Los Angeles, pada upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion SoFi pada 12 Juni, Lisa tampil bersama Katy Perry, Future, Anitta, dan Rema di hadapan penonton stadion langsung dan siaran global.