>>> Kamera Pengawas AI Dipasang di Lincoln Memorial Reflecting Pool

Geometri dinding dapat disesuaikan untuk ventilasi, naungan, massa termal, dan iklim lokal, yang berarti ide dasar yang sama dapat disesuaikan untuk tempat yang sangat berbeda.

in1

Bangunan dan konstruksi merupakan masalah iklim utama.

Program Lingkungan PBB melaporkan bahwa sektor ini mengonsumsi 32% energi global dan menyumbang 34% emisi karbon dioksida global pada tahun 2023.

Eksperimen seperti TECLA menarik perhatian di luar majalah arsitektur karena jika dinding dapat dibuat dengan tanah di dekatnya, dampak lingkungan dapat berubah.

Namun, tidak semua tanah bisa menjadi rumah.

Tanah lokal harus dianalisis dan disesuaikan agar dapat melewati printer, mempertahankan bentuknya setelah ekstrusi, dan mendukung lapisan berikutnya.

Nama TECLA berasal dari "technology" dan "clay", dan rumah itu terlihat persis seperti perpaduan itu.

Mario Cucinella menggambarkan karya ini sebagai bagian dari "pergeseran paradigma" yang diperlukan dalam arsitektur.

Massimo Moretti, pendiri WASP, menyatakan bahwa proyek ini bergerak "dari tanah yang tidak berbentuk" menjadi rumah yang berbentuk.

TECLA tetap merupakan prototipe, bukan rumah yang bisa dipesan untuk sembarang lahan. Masa depannya tergantung pada hukum bangunan, kondisi iklim, kualitas tanah, persetujuan struktural, dan standar keselamatan.

>>> Remaja Jatuh 15 Meter dari Wahana Tiana's Bayou Adventure di Disneyland

Meskipun demikian, eksperimen ini mendorong konstruksi ke arah yang berguna dengan mempertanyakan apakah rumah masa depan dapat dibangun dengan bahan yang lebih sedikit dan lebih menghormati tanah.