Pendidikan karakter yang dilakukan Rasulullah SAW melahirkan generasi yang kuat secara iman dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. Proses itu berlangsung melalui keteladanan, bukan sekadar nasihat.

Semangat hijrah yang diwariskan Nabi dapat diwujudkan melalui beberapa langkah. Pertama, membangun masyarakat yang lebih beradab dan berakhlak. Kedua, menumbuhkan rasa malu untuk berbuat salah serta memperkuat etos kerja. Ketiga, meningkatkan semangat berlomba dalam kebaikan dan memberi manfaat bagi sesama.

in1

Hijrah tidak cukup berhenti pada keinginan atau slogan. Perubahan harus tampak dalam perilaku sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Dengan cara itulah nilai hijrah dapat menjadi bekal menghadapi masa depan yang lebih baik.

Memasuki tahun baru Islam 1448 Hijriah, umat Islam diajak menjadikan hijrah sebagai energi untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.