Dalam pandangan ulama bahasa Al-Qur'an Ragib Al-Isfahani, hijrah memiliki beberapa pengertian. Pertama, meninggalkan lingkungan yang tidak mendukung menuju tempat yang lebih aman dan baik. Kedua, berpindah dari perilaku buruk menuju kebaikan. Ketiga, menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang menghalangi manusia dari jalan Allah.

Makna tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

in1

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya: “Orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan segala yang dilarang Allah.”

Dalam banyak ayat Al-Qur'an, kata hijrah kerap disandingkan dengan iman dan jihad. Hubungan itu menunjukkan bahwa hijrah memerlukan kesungguhan, perjuangan, serta kesiapan untuk meninggalkan kebiasaan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Hijrah Mental dan Spiritual

Hijrah pada masa sekarang lebih banyak berlangsung dalam ranah mental dan spiritual. Bentuknya dapat berupa perubahan cara berpikir, pembenahan akhlak, hingga penguatan komitmen menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan tersebut juga mencakup keberanian meninggalkan perilaku yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, tindakan kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, hingga kerusakan lingkungan merupakan contoh yang bertentangan dengan semangat hijrah.

Hijrah yang sesungguhnya berangkat dari kesadaran tauhid. Pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan harus tercermin dalam tindakan nyata, bukan berhenti pada ucapan semata.

Karena itu, Rasulullah SAW menegaskan pentingnya niat dalam setiap amal. Nilai sebuah hijrah ditentukan oleh tujuan yang melatarbelakanginya. Siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan memperoleh ganjaran sesuai niat tersebut.

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW

Perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW juga menghadirkan teladan tentang kepemimpinan yang mengedepankan kasih sayang, keteguhan, dan pengorbanan. Beliau membina para sahabat dengan kesabaran serta menjadikan mereka bagian penting dalam perjuangan dakwah.