"Ini tidak selalu soal mengidentifikasi diri sebagai hewan," kata Aru. Ia menilai tren therian cepat berkembang di Argentina karena lingkungan sosial yang relatif bebas dan terbuka.

Fenomena ini memicu beragam respons publik, mulai dari tawa dan kebingungan hingga kemarahan. Kalangan psikolog pun mulai mengkaji dampaknya.

in1

Débora Pedace, psikolog sekaligus Direktur Integral Therapeutic Center di Buenos Aires, menilai fenomena ini memunculkan campuran emosi di masyarakat.

"Dari sudut pandang psikologis, ini adalah bentuk identifikasi simbolis dengan hewan," ujar Pedace.

>>> Aprilia Waspadai Kebangkitan Marc Marquez dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Menurutnya, kondisi tersebut baru dianggap patologis jika berubah menjadi keyakinan mendalam dan individu sepenuhnya mengambil peran sebagai hewan, yang berpotensi membahayakan diri sendiri atau orang lain.