Saat ini pembentukan draf revisi sedang digarap oleh LKS Tripartit Nasional. Hal ini seiring dengan adanya wacana inisiatif perubahan Undang-Undang Ketenagakerjaan oleh DPR.

"Jadi mudah-mudahan dengan komunikasi yang baik, tentunya ke depan seluruh regulasi ini bisa disepakati oleh semua pihak.

in1

Kita juga berharap ada rencana dari inisiatif DPR untuk melakukan perubahan undang-undang Ketenagakerjaan.

>>> Giancarlo Esposito Dikabarkan Masuk Islam Saat Syuting di Arab Saudi

Ini sedang diinisiasi oleh DPR dan tentunya semua pihak yang berkepentingan bisa memberikan saran dan masukan kepada DPR agar Undang-Undang Ketenagakerjaan bisa lahir dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama," kata Afriansyah.

Perhatian Presiden terhadap Polemik Outsourcing

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap polemik ketenagakerjaan alih daya ini.

"Kita mengangkat isu Permenaker Nomor 7 Tahun 2026. Pak Presiden Prabowo melalui Wakil Ketua DPR RI Pak Dasco memang meminta untuk revisi.

Karena Presiden konsen benar masalah tentang pekerjaan alih daya ini," kata Said Iqbal.

Said Iqbal mengungkapkan bahwa keinginan dasar Presiden sebenarnya adalah menghapus sistem outsourcing. Namun, pengecualian tetap diberikan untuk beberapa sektor tertentu.

"Seperti kalian dengar kan, Pak Presiden menginginkan sebenarnya dihapus. Tapi tentu ada beberapa jenis pekerjaan penunjang yang masih memungkinkan untuk menggunakan pekerja alih daya.

Itu yang tadi kita diskusi dengan Pak Wamen," kata Said Iqbal.

Dari sisi pekerja, kalangan buruh mengusulkan agar penggunaan tenaga alih daya dibatasi ketat hanya pada empat bidang jasa.

"Di luar 4 itu, buruh menginginkan tidak menggunakan pekerja alih daya," ujar Said Iqbal.

Proses pembahasan revisi regulasi ketenagakerjaan ini dijadwalkan berlanjut pada awal pekan depan. Pembahasan akan melibatkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli serta jajaran Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial.

>>> Hakim Danish Pemenang Moto3 Ceko, Klasemen Makin Ketat dengan Veda Ega

"Apa yang diinginkan Presiden, gak boleh ada hambatan. Kalau ada hambatan komunikasi, kita duduk bareng-bareng," kata Said Iqbal.