Peluang tersebut semakin terbuka bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas ekspor atau pendapatan berbasis valuta asing.

"Komposisi sektor-sektor tersebut memberikan ruang bagi Bank Mega Syariah untuk terus mengembangkan portofolio pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan," kata Guritno.

in1

Di sisi lain, penguatan dolar AS dinilai dapat menjadi momentum positif bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.

Nilai tukar yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang memiliki basis pendapatan dalam valuta asing.

Untuk menangkap peluang tersebut, Bank Mega Syariah secara aktif menjalin komunikasi dengan nasabah dan calon nasabah yang memiliki basis usaha berorientasi ekspor.

Perseroan juga terus membuka peluang pembiayaan pada sektor yang memiliki prospek ekspor baik.

Meski demikian, Bank Mega Syariah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan.

Seluruh proses pembiayaan dilakukan melalui asesmen komprehensif terhadap profil risiko, kemampuan pembayaran, serta ketahanan usaha nasabah terhadap perubahan kondisi pasar global.

>>> Pemkab Agam Subsidi Bahan Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah

Secara keseluruhan, total pembiayaan Bank Mega Syariah hingga Mei 2026 tumbuh 7,20% menjadi lebih dari Rp9,9 triliun, dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar Rp9,3 triliun.