Dan sebenarnya hal ini cukup wajar di era digital.

Saat sebuah peristiwa menjadi perhatian global, keinginan untuk ikut merasakan pengalaman yang sama hampir selalu muncul.

in1

Selama tidak dilakukan secara berlebihan, FOMO dalam konteks ini justru bisa menjadi cara untuk memperluas interaksi sosial.

Di balik semua euforia tersebut, ada satu hal yang membuat Piala Dunia begitu istimewa: kemampuannya menyatukan banyak orang.

Perbedaan usia, pekerjaan, hingga latar belakang jadi tidak penting di tengah euforia.

Semua orang memiliki topik yang sama untuk dibicarakan. Hal inilah yang menjadi alasan Piala Dunia selalu berhasil menarik perhatian generasi muda.

Bukan hanya kualitas pertandingan, tapi juga karena pengalaman kolektif dan rasa kebersamaan.

Pada akhirnya, momen Piala Dunia menunjukkan kalau olahraga memiliki kemampuan untuk melampaui batas lapangan hijau. Bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah di setiap laga.

Piala Dunia juga tentang begadang bersama teman, meramaikan media sosial, berbagi meme, dan menjadi bagian dari momen yang sedang dinikmati dunia.

Antusiasme mungkin hanya sementara, tapi pengalaman yang tercipta tetap diingat dalam waktu yang lama.

Karena itulah, bagi banyak Gen Z, Piala Dunia bukan sekadar kompetisi sepak bola.

>>> DKI Tak Pindahkan Patung Sudirman Selama Bangun Pedestrian Dukuh Atas

Namun juga gaya hidup sementara yang menghadirkan hiburan, kebersamaan, dan cerita yang membuat rutinitas sehari-hari terasa sedikit lebih seru.