TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun: Bukan Hanya Piala Dunia 2026
Polemik anggaran Rp1,3 triliun untuk pembelian hak siar FIFA akhirnya dijawab oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.
Direktur Utama TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, menegaskan bahwa nilai tersebut bukan hanya untuk menayangkan Piala Dunia 2026.
>>> Sinopsis Toy Story 5: Woody dan Mainan Hidup Melawan Gadget
Paket tersebut mencakup hak siar Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027.
Menurut Fiki, publik perlu melihat nilai kontrak secara menyeluruh karena hak yang diperoleh TVRI jauh lebih luas dibanding sekadar siaran pertandingan selama turnamen berlangsung.
Hak Siar Berlaku hingga 2027
Fiki menjelaskan, kerja sama tersebut tertuang dalam Media Rights Agreement yang diteken pada Desember 2025.
Kontrak itu memberikan hak pengelolaan konten FIFA kepada TVRI dalam periode yang cukup panjang.
Masa lisensi dimulai sejak 180 hari sebelum turnamen berlangsung dan tetap berlaku hingga 180 hari setelah turnamen berakhir.
Dengan skema tersebut, TVRI memiliki hak untuk menayangkan ulang pertandingan, mengelola konten pendukung, hingga mendistribusikan materi siaran dalam periode yang telah ditentukan.
"Piala Dunia ini jangan dilihat juga untuk yang FIFA 2026 ini hanya sampai final tanggal 20 Juli, tapi lebih daripada itu," kata Fiki saat ditemui di Kantor Pusat TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
>>> Silsilah Keluarga Roy Suryo: Ternyata Keturunan Paku Alam III
Menurutnya, hak eksklusif tersebut memungkinkan TVRI memanfaatkan berbagai konten FIFA hingga tahun 2027.
Bantah Anggapan Harga Terlalu Mahal
Menanggapi kritik publik yang menilai nilai kontrak terlalu tinggi, Fiki mengatakan perbandingan dengan negara lain tidak bisa dilakukan secara sederhana.
Ia menyebut informasi mengenai nilai kontrak hak siar FIFA di berbagai negara umumnya bersifat tertutup dan dilindungi klausul kerahasiaan.
"Kan kita belum ada datanya dan tampaknya kami sudah coba cek juga, ini informasinya tertutup," ujarnya.
Selain itu, setiap negara memiliki paket kerja sama yang berbeda, mulai dari cakupan platform distribusi, jumlah pertandingan, hingga hak pemanfaatan konten digital.
Karena itu, menurut Fiki, membandingkan harga hak siar tanpa mengetahui detail paket yang diperoleh masing-masing negara berpotensi menimbulkan kesimpulan yang keliru.
>>> 3 Calon Naturalisasi yang Mungkin Tak Masuk Skuad Timnas Indonesia
Pembayaran Diklaim Sesuai Aturan
Fiki juga memastikan seluruh proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme pengelolaan anggaran negara.
Update Terbaru
Alireza Beiranvand Bikin Belgia Frustrasi Setelah Iran Tahan Imbang Tanpa Gol di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 15:05 WIB
Apa Pekerjaan Luca Spiteri? Sosok Suami Lina Mukherjee yang Baru Menikah di Itali
Senin / 22-06-2026, 15:04 WIB
Mendag Bantah NIB Pedagang Online Berujung Pajak Baru
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Pemerintah Revisi Aturan Outsourcing Sesuai Instruksi Presiden Prabowo
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Akun Instagram Perancis Soroti Keaslian Jam Tangan Giorgio Antonio
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Giancarlo Esposito Dikabarkan Masuk Islam Saat Syuting di Arab Saudi
Senin / 22-06-2026, 15:01 WIB
Hakim Danish Pemenang Moto3 Ceko, Klasemen Makin Ketat dengan Veda Ega
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
3 Tablet Rp2 Jutaan Spek Dewa Rekomendasi David GadgetIn
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp9,9 Miliar
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Alva Sematkan Fitur Anti Theft pada Cervo demi Keamanan Motor Listrik
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Tanjung Verde Tahan Imbang Uruguay 2-2 di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Riset Kapwing: Mayoritas Rekomendasi TikTok untuk Pengguna Baru dan Anak-Anak adalah AI Slop
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Profil Luca Spiteri Sosok Bule yang Resmi Menikah dengan Lina Mukherjee: Umur, Agama dan IG
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026, Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
Senin / 22-06-2026, 14:57 WIB






