Federasi Sepak Bola Tunisia resmi menunjuk Herve Renard sebagai pelatih baru Timnas Tunisia. Ia menggantikan Sabri Lamouchi yang diberhentikan setelah hasil buruk di laga pembuka Piala Dunia 2026.

Lamouchi dipecat setelah Tunisia menderita kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada pertandingan pertama fase grup.

in1

>>> Hiu Peramal Ritinha Jagokan Brasil Kalahkan Haiti di Piala Dunia 2026

Keputusan itu menjadikannya pelatih pertama dalam sejarah yang dipecat setelah hanya menangani satu laga Piala Dunia.

Renard, yang berusia 57 tahun, langsung menghadapi jadwal padat bersama skuad berjuluk Elang Kartago.

Ia hanya memiliki waktu persiapan tiga hari sebelum memimpin tim melawan Jepang di Monterrey, Meksiko.

Renard: Saya Bukan Penyihir

Meski kerap dijuluki penyihir karena rekam jejak suksesnya bersama tim nasional lain, Renard menegaskan tidak ada formula instan.

"Kami harus memainkan pertandingan kolektif yang sempurna besok," katanya.

"Saya bertemu dengan kelompok pemain yang terbuka, penuh semangat, dan memiliki tekad kuat. Mereka ingin membalas hasil sebelumnya," imbuh Renard.

Ia menilai aspek mental dan daya juang menjadi faktor krusial saat bersua Jepang yang sedang dalam tren positif.

>>> Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

"Untuk pertandingan besok, determinasi adalah hal yang sangat penting," ungkapnya.

"Saya mendengar bahwa saya disebut sebagai penyihir. Saya bukan penyihir.

Dalam sepak bola, ada banyak kerja keras yang dilakukan," lanjut Renard.

Tantangan bagi Tunisia dipastikan berat mengingat Jepang berhasil menahan imbang tim kuat Belanda dengan skor 2-2 pada laga perdana.

Renard memilih merahasiakan taktik dan lebih mengutamakan pembenahan dasar permainan tim.

"Kami harus kembali ke dasar-dasar dan prinsip-prinsip fundamental. Harus disiplin, terorganisasi, dan bermain sebagai satu kesatuan tim.

Itulah satu-satunya kekuatan kami untuk pertandingan besok," tegas Renard.

>>> Kebakaran di Pademangan hingga Jakalcer Festival: Sejumlah Peristiwa Warnai Jakarta

Tunisia saat ini memikul beban berat untuk meraih poin demi menjaga asa melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.