Carlos Henrique Franca Freires resmi mengakhiri kerja samanya dengan Persijap Jepara. Pemain asal Brasil itu akan melanjutkan karier di Liga Armenia.

Kepastian hengkangnya penyerang andalan Laskar Kalinyamat tersebut dikonfirmasi oleh manajemen klub pada Jumat, 19 Juni 2026.

in1

>>> Ismael Kone Alami Patah Kaki dalam Laga Kanada Kontra Qatar

Sebelumnya, spekulasi kepindahan Franca mencuat setelah ia mengunggah foto perpisahan di Instagram. Dalam unggahan itu, ia menulis, "Terimakasih Persijap Jepara."

Franca juga menyampaikan pesan mendalam terkait keputusannya meninggalkan klub. Ia mengaku ingin mewujudkan mimpi masa kecilnya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Persijap, rekan-rekan setim, staf pelatih, manajemen, dan semua penggemar," tulis Franca. Ia menyebut kepergiannya karena kesempatan mewujudkan mimpi besar.

Pemain berusia 31 tahun itu juga bersyukur atas kehangatan yang diterima keluarganya selama di Indonesia. "Kami merasa seperti di rumah sendiri," ujarnya.

Franca menambahkan bahwa tantangan baru di luar negeri membuatnya gembira. Ia tidak harus bertanding melawan klub yang membesarkan namanya di Indonesia.

"Saya akan bermain di babak kualifikasi Liga Champions. Saya lebih bahagia karena tidak perlu berhadapan dengan Persijap di lapangan," ungkapnya.

>>> Akun Instagram Bruno Fernandes Diserbu Puluhan Ribu Pendukung Cristiano Ronaldo

Manajemen Persijap Jepara membenarkan status kepindahan tersebut. Manajer Operasional Persijap, Egat Sacawijaya, menyatakan kontrak diselesaikan secara baik-baik.

"Iya benar, Franca memutuskan untuk bermain di klub baru di Liga Armenia," ujar Egat.

Selain kehilangan Franca, Persijap juga ditinggalkan pemain muda Dicky Kurniawan yang memilih pulang ke kampung halaman. Egat mengatakan negosiasi sudah dilakukan, namun keinginan Dicky adalah ke Persebaya.

Menanggapi kepergian sejumlah pilar, kelompok pendukung Persijap, Banaspati Jepara, memberikan masukan. Ketua Banaspati, Agus Supriyanto, berharap 60 persen kekuatan tim musim lalu dipertahankan.

"Tentu Persijap rugi ketika kehilangan sosok penting seperti Franca dan Dicky. Ketika mendatangkan pemain baru, kualitasnya jangan sampai turun," pesan Agus.

>>> Persija Jakarta Siapkan Anggaran Besar untuk Pelatih Shin Tae-yong

Kendati demikian, bertahannya pelatih kepala Mario Lemos dinilai menjadi modal positif. Agus menilai Lemos sudah paham kondisi klub dan diharapkan bisa membawa kemajuan musim depan.