Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0 di Piala Dunia 2026, Boikot Media Warnai Kekalahan
>>> Transvision Beri Diskon 20 Persen untuk Langganan via Allo Paylater
Para jurnalis tersebut juga mempertanyakan pembebasan wajib militer penuh 21 bulan yang diperoleh sang pemain, meski ia tetap mengikuti pelatihan dasar tiga minggu pada 2020.
Pihak penyiaran resmi turnamen, JTBC, segera memberikan klarifikasi resmi setelah video tanpa editan tersebut memicu kecaman luas dari publik di media sosial.
"Karena ini adalah sesi pelatihan terbuka, banyak orang hadir di lokasi, dan suara individu yang tidak disebutkan namanya terekam bersamaan," tulis manajemen JTBC.
Respons KFA dan Boikot Media
Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) langsung merespons insiden tersebut dengan melayangkan protes keras dan memberlakukan pembatasan akses serta pembatalan sesi wawancara bagi media domestik.
"Kami menyampaikan penyesalan atas pernyataan yang tidak pantas yang dibuat oleh beberapa awak media selama latihan tim nasional di kamp pelatihan Guadalajara," tulis pernyataan resmi KFA.
Pihak federasi menegaskan bahwa seluruh penggawa Taegeuk Warriors tengah fokus penuh demi mengharumkan nama negara di kompetisi sepak bola tertinggi dunia.
"Namun, kebocoran percakapan yang tidak pantas baru-baru ini antara beberapa pejabat media di lokasi latihan telah menyebabkan kejutan dan kekecewaan besar bagi tim," tambah lembaga tersebut.
KFA menyatakan akan melakukan langkah konkret demi menjaga psikologis para pemain, yang juga diiringi dengan laporan pengunduran diri kepala tim media mereka.
"Ke depannya, kami akan terus memprioritaskan perlindungan skuad dan berupaya menciptakan lingkungan yang sehat untuk kegiatan media," tegas pihak KFA.
Federasi kembali mengingatkan pentingnya asas saling menghormati antara pelaku olahraga dan institusi pers selama turnamen berlangsung.
>>> Cinepolis Hadirkan Popcorn Lab Interaktif di Pekan Raya Jakarta 2026
"Kami menghormati peran media dalam meliput tim nasional. Namun, penghormatan terhadap pemain dan lingkungan kerja yang sehat harus menjadi prioritas," tutup pernyataan resmi KFA.
Update Terbaru
BPJS Kesehatan: Realisasi Klaim Pelayanan JKN di Kepri Capai Rp1,74 T
Jumat / 19-06-2026, 13:15 WIB
Shin Tae-yong Pilih Persija Jakarta, Tolak Tawaran Klub Jepang dan China
Jumat / 19-06-2026, 13:15 WIB
TOP 50 Acara TV dan Rating Terbaik Hari ini 20 Juni 2026 ada Beri Cinta Waktu Salib Asmara Gen Z
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Meksiko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Wamenaker Mediasi PHK 133 Pekerja PT Amos Indah Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Penyebab PIP Siswa Tidak Bisa Dicek dan Solusi Mengatasinya
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Chery Resmi Beri Nama Stockman untuk Truk Pikap Hibrida di Australia
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
KB Bank Pangkas 662 Karyawan, Dua Direktur Ajukan Pengunduran Diri
Jumat / 19-06-2026, 13:11 WIB
BPJS Kesehatan: Keberhasilan JKN Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Kemenkeu: 348.071 Warga Bengkulu Manfaatkan Program MBG
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Kejati Sumsel Nyatakan BRI Bersih dari Kasus Korupsi Kredit
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Calon Pengantin Italia Tewas dalam Kecelakaan di Yunani
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Christian Pulisic Absen Latihan, AS Khawatir Hadapi Australia
Jumat / 19-06-2026, 13:08 WIB
Samsung Kembangkan Teknologi 3D Stacked FET untuk Chip Generasi Berikutnya
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB






