>>> Transvision Beri Diskon 20 Persen untuk Langganan via Allo Paylater

Para jurnalis tersebut juga mempertanyakan pembebasan wajib militer penuh 21 bulan yang diperoleh sang pemain, meski ia tetap mengikuti pelatihan dasar tiga minggu pada 2020.

in1

Pihak penyiaran resmi turnamen, JTBC, segera memberikan klarifikasi resmi setelah video tanpa editan tersebut memicu kecaman luas dari publik di media sosial.

"Karena ini adalah sesi pelatihan terbuka, banyak orang hadir di lokasi, dan suara individu yang tidak disebutkan namanya terekam bersamaan," tulis manajemen JTBC.

Respons KFA dan Boikot Media

Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) langsung merespons insiden tersebut dengan melayangkan protes keras dan memberlakukan pembatasan akses serta pembatalan sesi wawancara bagi media domestik.

"Kami menyampaikan penyesalan atas pernyataan yang tidak pantas yang dibuat oleh beberapa awak media selama latihan tim nasional di kamp pelatihan Guadalajara," tulis pernyataan resmi KFA.

Pihak federasi menegaskan bahwa seluruh penggawa Taegeuk Warriors tengah fokus penuh demi mengharumkan nama negara di kompetisi sepak bola tertinggi dunia.

"Namun, kebocoran percakapan yang tidak pantas baru-baru ini antara beberapa pejabat media di lokasi latihan telah menyebabkan kejutan dan kekecewaan besar bagi tim," tambah lembaga tersebut.

KFA menyatakan akan melakukan langkah konkret demi menjaga psikologis para pemain, yang juga diiringi dengan laporan pengunduran diri kepala tim media mereka.

"Ke depannya, kami akan terus memprioritaskan perlindungan skuad dan berupaya menciptakan lingkungan yang sehat untuk kegiatan media," tegas pihak KFA.

Federasi kembali mengingatkan pentingnya asas saling menghormati antara pelaku olahraga dan institusi pers selama turnamen berlangsung.

>>> Cinepolis Hadirkan Popcorn Lab Interaktif di Pekan Raya Jakarta 2026

"Kami menghormati peran media dalam meliput tim nasional. Namun, penghormatan terhadap pemain dan lingkungan kerja yang sehat harus menjadi prioritas," tutup pernyataan resmi KFA.