"Ini menciptakan lingkungan yang sulit," tutur Lim.

Kekhawatiran pelaku pasar diperparah oleh laporan QCP Capital yang menyebutkan bahwa Strategy Inc. kemungkinan harus melepas lebih banyak Bitcoin demi membayar dividen, terutama setelah melakukan pembelian kembali obligasi senior konvertibel jatuh tempo 2029 senilai US$1,5 miliar.

in1

Hingga saat ini, pihak Strategy dilaporkan tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar mengenai situasi tersebut.

"Strategy sebaiknya menjual Bitcoin dalam jumlah yang 'sangat besar' atau menjual saham biasa mereka untuk membantu mengembalikan harga saham preferen tersebut mendekati nilai nominalnya.

Jika tidak, perusahaan akan 'terus menyaksikan setiap bagian dari struktur permodalannya meleleh akibat ketidakpastian' yang mereka ciptakan sendiri," kata Jeff Dorman, Chief Investment Officer di Arca.

Dorman memproyeksikan bahwa Strategy akan terus melepaskan sebagian kecil saham biasa mereka ke pasar setiap bulannya untuk mengantisipasi perkembangan ke depan.

>>> Pemerintah Indonesia Yakinkan China soal Kondisi Fiskal Nasional

Penurunan kinerja ini berimbas langsung pada saham Strategy Inc. yang merosot 3,5% pada perdagangan Kamis, mencatatkan akumulasi penurunan sekitar 14% sejak penutupan perdagangan Senin, serta kehilangan sekitar 70% nilainya dalam setahun terakhir.