Proses komunikasi dengan pihak manajemen Persija berjalan sangat cepat melalui pendekatan personal secara langsung dari pemilik klub.

"Sebenarnya hanya satu hal saja (alasan memilih Persija), ini tim ibu kota dan juga ya memang sudah cinta Jakarta jadi akhirnya memilih Jakarta," tutur Shin Tae-yong.

in1

Shin Tae-yong menjelaskan bahwa sebelum bertemu pemilik tim Jakarta, ia mendapat tawaran dari tiga atau empat tim dengan gaji sedikit lebih tinggi.

>>> Argentina vs Austria: Laga Bersejarah Perebutan Puncak Grup J Piala Dunia 2026

Namun, pertemuan intensif dengan pemilik klub membulatkan tekadnya untuk melatih klub ibu kota tersebut.

"Saya benar-benar mencintai Jakarta dan Indonesia. Saya merasa harus datang ke Indonesia, perasaan itu sangat kuat tertanam di hati saya.

Bisa dikatakan, sentimen terkuat saya adalah aku cinta Indonesia!" tegasnya.

Kriteria Pemain Versi Shin Tae-yong

Pelatih yang menggantikan posisi Mauricio Souza ini menilai Persija sebagai tim bagus yang memiliki potensi besar.

Ia menyejajarkan Macan Kemayoran dengan tim-tim unggulan domestik lain seperti Persib Bandung, Borneo FC, dan Bali United.

Mengenai komposisi tim ke depan, juru taktik baru ini menetapkan kriteria ketat terkait etos kerja pemain. Dilansir dari Antara melalui Kompas.

com, pelatih berusia 55 tahun tersebut menegaskan tidak akan memilih pemain yang menunjukkan sikap sombong dan enggan bekerja keras.

"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim.

Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan.

Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih," kata STY.

Ia memberikan contoh konkret mengenai kewajiban penyerang yang harus ikut membantu pertahanan saat kehilangan penguasaan bola.