Striker Timnas Pantai Gading, Elye Wahi, mendapatkan larangan terbang ke Kanada untuk melakoni laga fase grup Piala Dunia 2026.

Langkah ini diambil setelah namanya masuk dalam investigasi terkait dugaan pengaturan skor.

>>> Hasil Piala Dunia 2026 Grup K dan L: Inggris Menang, Ronaldo Dikritik Henry

Pemain yang berkarier di kasta tertinggi Liga Prancis bersama Nice itu dilaporkan sempat ditangkap bulan lalu sebelum Piala Dunia 2026.

Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan dalam praktik pengaturan skor di ajang Ligue 1.

Padahal, Elye Wahi sempat menjadi starter ketika Pantai Gading meraih kemenangan atas Ekuador dengan skor tipis 1-0 dalam duel pertama Grup E.

Laga tersebut berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Senin (15/6/2026).

Otoritas Liga Prancis menyatakan ada jumlah taruhan yang tidak biasa yang ditempatkan secara internasional.

Taruhan tersebut terkait kartu kuning yang diterima Wahi dalam pertandingan Ligue 1 bersama Nice pada bulan Mei.

FIF Beri Dukungan Penuh

Federasi Sepak Bola Pantai Gading (FIF) angkat bicara mengenai kasus yang menjerat pemain berusia 23 tahun itu. Mereka mengatakan belum menerima kepastian dari proses hukum yang telah berjalan.

"Federasi Sepak Bola Pantai Gading telah mencermati berbagai artikel dan informasi yang diterbitkan pada hari Rabu, 17 Juni 2026 ini, mengenai pemain internasional Pantai Gading, Elye Wahi," demikian bunyi pernyataan resmi mereka, dikutip dari BBC, Kamis (18/6/2026).

"Hingga saat ini, FIF belum menerima pemberitahuan resmi mengenai proses peradilan atau administratif apa pun yang melibatkan dirinya.

Dalam periode yang sangat sensitif ini, FIF memberikan dukungan penuh kepada sang pemain dan menegaskan kembali kepercayaan mereka kepadanya."