TrendForce mencatat ketidakpastian tersebut membayangi Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang masing-masing memproduksi 26 juta unit, 29,5 juta unit, dan 22 juta unit pada kuartal pertama 2026.

Ketiganya menghadapi tekanan profitabilitas yang besar.

Nasib serupa membayangi Transsion selaku induk merek Infinix, Tecno, dan Itel. Fokus utama mereka pada gawai berbiaya rendah membuat perusahaan sangat sensitif terhadap fluktuasi harga komponen.

Samsung dan Apple Pertahankan Posisi

Di tengah tekanan industri, Samsung dan Apple diperkirakan berada dalam posisi yang lebih aman.

Keduanya dinilai lebih mampu menyerap kenaikan biaya karena kekuatan finansial dan dominasi portofolio premium yang besar.

Samsung tetap mempertahankan status sebagai produsen paling produktif dengan mencatatkan volume produksi sekitar 62,6 juta unit.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan 2,3 persen YoY yang didorong oleh penyiapan stok untuk lini Galaxy S terbaru.

Sementara itu, Apple menempati peringkat kedua dengan total produksi mencapai 60,2 juta unit.

Produksi mereka melonjak 19,7 persen dibanding tahun sebelumnya berkat genjotan output iPhone generasi baru serta peluncuran iPhone 17e.

Berikut adalah rincian data performa dari enam vendor smartphone paling produktif sepanjang kuartal pertama 2026 berdasarkan data riset:

>>> 5 Kebiasaan Pagi Hari untuk Cegah Asam Urat Kambuh

Samsung memimpin dengan 62,6 juta unit, diikuti Apple 60,2 juta unit, Oppo 29,5 juta unit, Xiaomi 26 juta unit, Vivo 22 juta unit, dan Transsion 19,8 juta unit.