Sebelumnya, rencana perluasan mandatori ini didasari atas melimpahnya ketersediaan bahan baku di dalam negeri seperti tebu, singkong, dan jagung yang ditemui pemerintah saat berkunjung ke Brasil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa jika mandatori 20 persen diterapkan, maka impor bensin bisa berkurang 8 juta kiloliter.

Penerapan kebijakan BBM nabati ini menjadi strategi jangka panjang nasional, menyusul keberhasilan penghentian impor solar pada tahun ini melalui program biodiesel 40 persen yang akan ditingkatkan menjadi 50 persen.

>>> Jeff Bezos Prediksi AI Justru Picu Kekurangan Tenaga Kerja

"Dengan skema ini, sebagian kebutuhan solar yang sebelumnya dipenuhi dari impor kini dapat digantikan oleh produk berbasis sawit yang diproduksi di dalam negeri," terang Bahlil.