"Kepercayaan pasar tidak dibangun dalam semalam. Itu merupakan hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang terus dijaga pemerintah.

Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan," kata Purbaya.

Hubungan bilateral ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan terus ditingkatkan.

Kedua negara memiliki peluang besar memperkuat kolaborasi di forum finansial global seperti G20 Finance Track, APEC Finance Ministers’ Process, dan ASEAN+3.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan kerja di Beijing adalah mempersiapkan rencana penerbitan sovereign Panda Bond.

Instrumen keuangan ini diproyeksikan mampu mendiversifikasi sumber pendanaan, mendukung implementasi Local Currency Transaction (LCT), serta memperdalam kerja sama keuangan bilateral.

>>> Apa Pekerjaan Syahran Dezencly? Sosok yang Diduga Kekasih Baru Jule Mantan Istri Daehoon

"Di saat sebagian pihak memilih menunggu kepastian, Indonesia memilih menyiapkan masa depan. Itulah alasan kami terus bergerak, membangun kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa," pungkas Purbaya.