Nyanyian bernada ejekan itu juga kembali bergema saat Inggris melakoni pertandingan uji coba terakhir melawan Kosta Rika pada pekan lalu.

>>> Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Semar Nusantara 17 Juni 2026 Bergerak

Regulasi Ketat Terkait Atribut Bendera

Selain fokus pada masalah nyanyian, FIFA juga memperketat aturan mengenai bendera yang boleh masuk ke dalam stadion.

Pendukung Inggris masih diizinkan mengibarkan bendera Salib St. George sebagai bentuk kebanggaan nasional mereka.

Namun, FIFA melarang keras bendera penghormatan korban perang yang memuat gambar atau siluet tentara yang sedang memegang senjata api.

Regulasi lain menetapkan bahwa bendera yang berukuran lebih dari 2 meter x 1,5 meter wajib mengantongi izin tertulis dari FIFA sebelum turnamen dimulai agar bisa dibawa masuk.

Reaksi Kekecewaan dari Suporter

Kebijakan ketat ini memicu kebingungan di kalangan penggemar, salah satunya diungkapkan oleh seorang suporter Inggris saat diwawancarai Daily Mail.

"Saya rasa jika saya pergi ke Walmart di seberang jalan untuk membeli senjata api, tidak akan ada masalah.

Namun, saya justru tidak bisa masuk stadion dengan bendera untuk menghormati mereka yang telah mengorbankan nyawa demi negara kami hanya karena ada gambar tentara yang memegang senapan di sana!"

ujar suporter tersebut.

Selepas menghadapi Kroasia di Dallas, Timnas Inggris dijadwalkan terbang ke Boston untuk melawan Ghana, sebelum menutup laga Grup L melawan Panama di New Jersey.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol dan Lewati Rekor Giroud di Piala Dunia 2026

Demi mengawal perjuangan tim nasional mereka di Piala Dunia 2026, sebagian besar pendukung Inggris dilaporkan telah merogoh kocek hingga ribuan paun.