Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengeluarkan peringatan keras bagi pendukung Timnas Inggris yang akan menyaksikan laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Stadion Dallas, Arlington.

Para penonton terancam diusir dari area stadion jika terbukti melanggar regulasi baru yang diterapkan sepanjang kompetisi.

>>> Bruno Fernandes Targetkan Portugal Juara Piala Dunia 2026

Meskipun pertandingan berlangsung di Amerika Serikat yang melonggarkan kepemilikan senjata api dengan izin khusus, FIFA tetap memberlakukan pengawasan ketat terhadap perilaku suporter di dalam arena.

FIFA melarang keras keberadaan spanduk, atribut, bendera, maupun pakaian yang dinilai mengandung unsur diskriminatif, ofensif, atau bermuatan politik tertentu.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kini mengupayakan langkah antisipasi agar para pendukung Tim Tiga Singa mematuhi regulasi tersebut.

Kebijakan ini diambil karena segala bentuk pelanggaran oleh suporter dapat memicu sanksi denda finansial bagi pihak federasi.

Kasus serupa sebelumnya menimpa Federasi Sepak Bola Meksiko (FEMEXFUT) yang dijatuhi denda total mencapai lebih dari satu juta dolar AS akibat nyanyian homofobia dari para pendukungnya.

Di sisi lain, hasil berbeda terjadi pada laga pertama Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (16/06/2026) dini hari WIB, saat Timnas Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde.

Penggunaan bahasa atau gestur yang dinilai menyerang menjadi salah satu fokus perhatian utama FIFA dalam turnamen ini.

Chant yang kerap dinyanyikan oleh oknum suporter Inggris untuk mengejek Perdana Menteri Keir Starmer masuk dalam daftar pengawasan karena berpotensi memicu sanksi.

Lirik lagu yang menyerang Keir Starmer tersebut sempat terdengar dalam beberapa laga Timnas Inggris, bahkan pihak penyiaran televisi dilaporkan harus menurunkan volume suara tribune untuk meredamnya.