Gelandang Timnas Spanyol Mikel Merino menegaskan bahwa skuad La Roja kini berupaya keras bangkit dari kekecewaan setelah meraih hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026.

Laga yang berlangsung di Atlanta itu berakhir 0-0 berkat penampilan gemilang kiper Tanjung Verde, Vozinha.

>>> PT Aman Agrindo Tbk Akuisisi Pabrik Gula di Sragen, Targetkan Kontribusi Pendapatan Semester II

Sementara itu, penyerang muda Lamine Yamal hanya bermain sebagai pengganti karena kondisi fisiknya belum maksimal.

Hasil tersebut membuat persaingan di Grup H semakin terbuka.

Laga lain antara Arab Saudi dan Uruguay juga berakhir seri, sehingga Spanyol kini fokus berlatih di Chattanooga, Tennessee, untuk menghadapi Arab Saudi pada Minggu mendatang.

Merino Klarifikasi Pernyataan 'Berkabung'

"Setiap pemain memiliki caranya sendiri untuk menghadapi kekecewaan ini," kata Merino dalam konferensi pers, Selasa (16-6-2026).

Pemain Arsenal itu menambahkan bahwa masa ini menjadi momen penting bagi tim untuk menerima kenyataan gagal meraih poin penuh sebelum mengevaluasi kekurangan.

Terkait penggunaan istilah "mourning" atau berkabung yang sempat ia lontarkan, Merino memberikan klarifikasi bahwa kata tersebut hanyalah sebuah perbandingan.

"Mungkin saya kurang tepat memilih kata. Itu hanya sebuah metafora atau perbandingan," ujar Merino.

Ia meluruskan bahwa tidak ada situasi ekstrem di dalam tim. "Tidak ada yang meninggal dunia.

Ini bukan berkabung dalam arti sebenarnya. Namun, terkadang kekecewaan terasa seperti itu," jelasnya.

Sejarah Jadi Inspirasi

Meskipun demikian, Merino menganggap situasi ini bukan akhir dari perjalanan Spanyol. Ia mencontohkan juara dunia 2022 yang memulai turnamen dengan kekalahan dari Arab Saudi namun akhirnya menjadi juara.