>>> Ramalan Zodiak Cancer, Leo, dan Virgo: Evaluasi Kerja hingga Kelola Waktu

Dengan permintaan yang tetap kuat dan pasokan yang terbatas, risiko kenaikan harga dalam jangka pendek masih cukup besar," ujar Claude seperti dikutip dari Reuters.

Selain faktor dari China, pelaku pasar juga mencermati sentralisasi ekspor batu bara Indonesia di bawah PT Danantara. Kebijakan pembentukan badan baru ini menambah ketidakpastian pasokan komoditas global.

Direktur Eksekutif McCloskey, Scott Dendy, mencatat produksi batu bara termal Indonesia turun 7 persen selama empat bulan pertama tahun ini.

Jika tren penurunan berlanjut, volume ekspor diperkirakan merosot sekitar 11 persen menjadi 446 juta ton sepanjang tahun.

Penurunan kinerja produksi ini bertepatan dengan lonjakan konsumsi energi di sejumlah negara Asia Tenggara. Wilayah tersebut selama ini menjadi pasar utama bagi komoditas ekspor Indonesia.

Direktur I-Energy Resources Vasudev Pamnani menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem telah mendongkrak penggunaan batu bara di Vietnam dan Filipina.

Sementara itu, keterbatasan pasokan gas di Thailand ikut memaksa negara tersebut memperbesar impor batu bara.

Konsultan energi Rystad Energy memperkirakan dampak konflik Iran saja dapat menambah konsumsi batu bara di Asia-Pasifik hingga 70 juta ton pada 2026.

Pemulihan distribusi LNG diprediksi memakan waktu lama meski Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sejumlah pelaku industri menyebut normalisasi pengiriman LNG membutuhkan waktu beberapa pekan. Namun, untuk mengembalikan kapasitas produksi ke level sebelum perang terjadi, diperlukan waktu hingga bertahun-tahun.

Di tengah tingginya potensi permintaan, ketersediaan komoditas ini justru diproyeksikan menyusut.

Business Development Manager Argus Bryan Lim menyebut pasokan batu bara dunia diperkirakan turun 5,7 persen menjadi 985 juta ton pada 2026.

>>> Timnas Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Menurut dia, ancaman fenomena cuaca El Nino dalam waktu dekat juga berisiko meningkatkan kebutuhan listrik masyarakat. Dampak lanjutannya akan mendorong permintaan batu bara ke tingkat yang lebih tinggi.