Program kompor listrik dianggarkan Rp815,6 juta, diikuti program motor listrik sebesar Rp635,2 juta, program BPBL senilai Rp520 juta, serta alokasi untuk pipa transmisi gas Semarang-Solo sebesar Rp702,38 miliar.

Anggaran lainnya diarahkan untuk proyek pipa transmisi gas Cirebon-Bandung sebesar Rp577,56 juta, konverter kit bagi petani senilai Rp158,50 miliar, dan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar Rp58,58 miliar.

Langkah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang menyasar langsung masyarakat diimplementasikan melalui program motor listrik, kompor listrik, serta pembangunan infrastruktur PLTMH.

"Program kompor listrik kita lakukan juga untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap LPG. Kita mencari sumber energi lain ke depan tidak hanya LPG saja termasuk pemanfaatan CNG," kata Bahlil.

>>> Jose Luis Chilavert Kritik Kekalahan Paraguay di Piala Dunia 2026

Proyek pengembangan jaringan gas untuk rute Semarang-Solo dan Cirebon-Bandung akan digarap melalui skema tahun jamak (multiyears) demi memperkuat konektivitas jaringan gas nasional sekaligus menjaga keandalan pasokan energi antardaerah.