Dalam skenario dasar, harga emas berpotensi bergerak di rentang US$ 4.300 hingga US$ 4.500 per troy ounce.

Nilainya bisa melesat ke US$ 4.700 jika dolar AS melemah dan bank sentral melonggarkan kebijakan moneter.

Sebaliknya, penguatan dolar AS dan perbaikan ekonomi global yang cepat dapat membatasi kenaikan emas.

Untuk pasar domestik, Ibrahim memproyeksikan harga logam mulia bisa menyentuh Rp 3,1 juta per gram pada kuartal III-2026, dari posisi saat ini Rp 2.729.000 per gram.

>>> BI Rate Naik, Bank Modal Inti Kecil Tertekan dan Harus Merger

Pelaku pasar disarankan melakukan pembelian secara bertahap memanfaatkan momentum koreksi harga. "Yang terpenting, alokasi investasi tetap disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing," ujar Amru.