Dalam kesempatan dialog di atas aspal tersebut, sejumlah mahasiswa memanfaatkan momen untuk menyampaikan kritik tajam seputar isu pertanahan serta indikasi kasus penggusuran lahan.

"Kalau memang ada persoalan agraria atau penggusuran, mari kita cek bersama. Saya siap datang langsung ke lokasi untuk melihat dan memverifikasi persoalan tersebut," ujar Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto selalu terbuka terhadap aspirasi publik selama proses penyampaian pendapat dilakukan dengan saling menghormati.

"Kalau ada yang kurang tepat, tentu bisa diperbaiki. Itu bagian dari demokrasi.

Semua pihak berhak menyampaikan pendapat, tetapi juga harus menghormati pendapat orang lain," kata Sudaryono.

Mengakhiri keterangannya, pejabat Kementerian Pertanian tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan forum yang berjalan kurang optimal serta menyatakan kesiapan untuk hadir kembali di lain waktu.

>>> Promo Indomaret 7-13 Mei 2026: Diskon Susu dan Sabun Mandi hingga 30%

"Kami siap jika diundang kembali untuk berdiskusi, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting ruang dialog tetap terbuka," ujar Sudaryono.