Tidak terdapat pakem atau aturan khusus yang mengharuskan jumlah kerbau pengawal pusaka berjumlah ganjil maupun genap.

"Wah kalau (persyaratan jumlah) nggak. Yang penting ada kebo-kebo (keturunan) Kyai Slamet.

Itu yang mau jalan, ya itu aja. Umpama yang mau jalan dua, ya dua itu," kata Heri Sulistyo.

Keraton Solo juga tidak menyiapkan kerbau cadangan karena seluruh hewan yang akan turun ke jalan wajib melalui proses pelatihan khusus terlebih dahulu.

Tiga kerbau yang terpilih dipastikan dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan simulasi mengitari kawasan istana sebanyak tiga kali.

"Kesehatannya kemarin sudah dicek, sudah sehat dan siap kirab.

Yang tiga ini sifatnya cenderung tidak agresif karena sudah beberapa kali ikut kirab, jadi sudah biasa," kata Heri Sulistyo.

Sebelum upacara adat dimulai, ketiga kerbau keturunan Kyai Slamet tersebut ditempatkan kembali di kandang lama kawasan Ngurawan.

Berdasarkan jadwal, kawanan hewan ini akan digiring menuju area dalam Keraton Solo pada siang hari.

>>> Xiaomi Resmi Luncurkan POCO C81 Pro di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

"Nanti dibawa ke kraton dulu sekitar jam 11.30 WIB. Dibawa ke kraton, nanti nunggu perintah dari kraton baru muter (kirab)," ujar Heri Sulistyo.