Perjanjian pertama menitikberatkan perbaikan kondisi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi senilai 400 juta euro (sekitar Rp8,2 triliun).

Perjanjian ini ditandatangani Bank Pembangunan Jerman KfW serta Kementerian Keuangan Indonesia di bawah Program Daya Saing, Modernisasi Industri, dan Percepatan Perdagangan (CITA).

>>> Luis De La Fuente Kecewa Spanyol Gagal Kalahkan Tanjung Verde

Program CITA dirancang untuk mendukung agenda reformasi ekonomi Indonesia guna mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, sesuai standar perdagangan dan investasi internasional.

Perjanjian kedua mendukung pembangunan pembangkit listrik terbarukan dan jaringan listrik senilai 302 juta dolar AS (sekitar Rp5,35 triliun).

Perjanjian ini ditandatangani oleh KfW dan PT PLN (Persero) di bawah Program Mempercepat Transisi Energi Bersih Indonesia (Accelerating Indonesia’s Clean Energy Transition).

Program tersebut dirancang untuk mempercepat transisi energi Indonesia dengan mendorong integrasi pengembangan energi terbarukan melalui peningkatan infrastruktur jaringan listrik serta ekspansi tenaga surya dan angin.

Program ini juga memastikan penerapan jaminan lingkungan dan transisi yang adil bagi semua pemangku kepentingan.

Program itu merupakan kontribusi Jerman terhadap JETP dengan Indonesia, di mana Jerman telah mengambil alih kepemimpinan bersama Kelompok Mitra Internasional (IPG) bersama Jepang sejak awal 2025.

Jerman telah berkomitmen mengalokasikan dana sekitar 1 miliar euro (sekitar Rp20,5 triliun) untuk kerja sama pembangunan pada 2026.

Pada Februari 2026, dua perjanjian keuangan lainnya telah disetujui dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Direktur Jenderal untuk Asia, Eropa Tenggara dan Timur, Timur Tengah, dan Amerika Latin dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (BMZ), Christine Toetzke.

Perjanjian tersebut terkait proyek Green Energy Corridors Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF) dengan total nilai 308 juta euro (sekitar Rp6,33 triliun).

Proyek GECS akan membangun saluran transmisi 275kV melintasi Sulawesi Selatan guna membuka potensi energi terbarukan yang luas di wilayah tersebut.

Sementara GBDF memperkuat pasar obligasi hijau Indonesia guna menarik investasi berkelanjutan.

>>> Daftar Kode Redeem Outerplane Juni 2026: Klaim Ether dan Tiket Rekrutmen Gratis

Secara bersama-sama, inisiatif-inisiatif tersebut menandai pencapaian penting dalam implementasi JETP, mewujudkan komitmen kemitraan menjadi tindakan konkret dan kemajuan yang terukur untuk masa depan energi bersih di Indonesia.