Tiga tim non-unggulan sukses mencuri perhatian pada laga perdana Piala Dunia 2026 berkat pertahanan solid. Australia, Skotlandia, dan Tanjung Verde tampil efektif dan menuai hasil positif.

Australia mengalahkan Turki 2-0 di Grup D, Skotlandia menundukkan Haiti 1-0, dan Tanjung Verde menahan imbang Spanyol tanpa gol.

>>> Argentina Turunkan Skuad Terpenuh Lawan Aljazair, Messi Fit

Hasil ini mengejutkan banyak pihak.

Pengamat sepak bola nasional, Toni Ho, memberikan pandangannya mengenai fenomena tersebut. Ia menilai pragmatisme taktik defensif menjadi kunci keberhasilan tim-tim tersebut.

"Saya kira cara apa pun halal dilakukan untuk meraih kemenangan. Tujuan main bola kan skor akhir, bukan permainan cantik.

Apa gunanya main bagus seperti Spanyol kalau cetak gol ke gawang Tanjung Verde saja tak bisa," kata Toni Ho.

Mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura Jayapura ini menyoroti kemiripan strategi Australia dengan pendekatan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

>>> Kredit Kendaraan Bermotor Lesu Akibat Kenaikan Suku Bunga dan Daya Beli

Menurutnya, pertahanan berlapis yang diterapkan Tony Popovic mirip dengan compact defence ala Shin Tae-yong.

"Taktik yang dipakai Toni Popovic persis seperti dilakukan Shin Tae-yong saat sukses melatih Timnas Indonesia. Anehnya, STY pakai compact defence dikritik habis di Indonesia.

Padahal, pelatih Australia juga menggunakan cara serupa," ujar Toni Ho.

Ia menegaskan bahwa fokus utama pelatih adalah hasil akhir yang membahagiakan pendukung, bukan sekadar permainan indah. "Pelatih yang benar itu tak harus memuaskan penonton dengan gaya main cantik.

>>> Netmarble Rilis Game of Thrones Kingsroad di PC pada 14 Mei 2026

Toh kalau tim menang itu adalah kepuasan bagi pendukung tim tersebut," tutupnya.