Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang investasi bagi Singapura pada proyek MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta Transit-Oriented Development (TOD).

Hal itu disampaikan Pramono saat bertemu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura.

>>> Samsung Care Perluas Peluang Karier Terampil di Amerika Serikat

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, Pramono menyatakan ingin memperkuat investasi Singapura di Jakarta, termasuk pada proyek TOD dan pengembangan MRT Fase 3 dan 4.

Menurut Pramono, berinvestasi di Jakarta berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara.

“Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” ujar Pramono.

Selain menawarkan peluang investasi di sektor transportasi dan pengembangan kawasan, Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan iklim investasi yang mudah, transparan, efisien, dan konsisten.

Ia menekankan bahwa kepastian kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor.

>>> Anggota DPR Minta Anggaran LPSK 2027 Sesuai Mandat UU PSdK

“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten,” kata Pramono.

Dalam pertemuan dengan PM Wong, Pramono juga menyampaikan bahwa pengalaman panjangnya di pemerintahan menjadi modal penting dalam membangun komunikasi efektif dengan mitra strategis.

Pertemuan ini memperkuat komunikasi yang telah terjalin sejak keduanya sama-sama bertugas di pemerintahan nasional.

Saat itu, Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet RI, sedangkan Lawrence Wong memegang sejumlah posisi strategis di Pemerintah Singapura.

>>> Menteri HAM Tegaskan MBG Bagian Pemenuhan Hak Dasar Warga

“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah,” ungkap Pramono.