Setelah tujuh seri musim 2026 berlangsung, hanya dua pembalap yang selalu mencetak poin di setiap balapan, yakni Lewis Hamilton dan Pierre Gasly.

Tren menarik juga kembali terlihat dalam perjalanan karier Hamilton. Setelah bergabung dengan McLaren pada 2007 dan Mercedes pada 2013 lalu meraih gelar dunia di musim berikutnya, ia kini mencoba mengulangi pola serupa bersama Ferrari setelah pindah pada 2025.

Mercedes Akui Kehilangan Peluang Menang

Usai balapan, Team Principal Mercedes Toto Wolff mengaku kecewa karena timnya kehilangan banyak poin akibat masalah teknis dan situasi balapan yang tidak berjalan sesuai rencana.

Menurut Wolff, pertarungan internal pembalap Mercedes sebelum pit stop membuat tim kehilangan waktu berharga terhadap Hamilton. Situasi kemudian berubah semakin sulit setelah munculnya Virtual Safety Car yang menguntungkan Ferrari.

Sementara itu, keberhasilan strategi Ferrari juga ditopang komunikasi yang efektif antara Hamilton dan Carlo Santi sepanjang balapan.

Dalam perayaan kemenangan, Hamilton tak menyembunyikan emosinya. Ia memuji kerja sama yang terjalin dengan tim dan mengaku bangga akhirnya bisa meraih kemenangan dengan lambang Kuda Jingkrak di dadanya.