Upgrade tersebut mencakup area sayap depan, sidepod, dan lantai mobil yang menjadi fokus pengembangan Ferrari menjelang seri Spanyol.

Keputusan Ban Soft Jadi Kunci Balapan

Kejutan berikutnya muncul sebelum lampu start padam. Ferrari memilih memasang ban soft pada mobil Hamilton, pilihan yang langsung mengindikasikan pendekatan agresif sejak awal lomba.

Dengan strategi itu, Ferrari berupaya mengamankan posisi lintasan sedini mungkin. Hamilton kemudian masuk pit pada lap ke-11 untuk beralih ke ban hard.

Langkah cepat tersebut membuat Mercedes berada dalam posisi sulit. Tim asal Brackley harus menentukan apakah mengikuti strategi tiga pit stop atau tetap bertahan pada rencana dua kali pit stop setelah memulai balapan dengan ban medium.

Pilihan mempertahankan strategi awal akhirnya membuat Mercedes kehilangan keuntungan posisi. Hamilton berhasil mengambil alih kendali lomba dan memimpin pada fase kedua balapan.

Momentum Ferrari semakin kuat ketika Virtual Safety Car muncul pada lap ke-41 akibat masalah yang dialami Fernando Alonso. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk melakukan pit stop dengan kerugian waktu yang jauh lebih kecil dibanding kondisi normal.

Hamilton kemudian kembali ke lintasan dengan ban medium dan mempertahankan posisi terdepan hingga bendera finis dikibarkan.

Kemenangan Bersejarah untuk Hamilton dan Ferrari

Hasil di Barcelona mengakhiri penantian Ferrari yang terakhir kali memenangi balapan Formula 1 pada GP Meksiko 2024. Tim asal Italia itu juga kembali meraih kemenangan di Catalunya untuk pertama kalinya sejak 2013.

Menariknya, SF26 mampu mengungguli Mercedes dengan selisih sekitar 19 detik meski disebut memiliki kekurangan tenaga mesin sekitar 30 hp.

Bagi Hamilton, kemenangan tersebut merupakan yang pertama bersama Ferrari sekaligus kemenangan ke-106 sepanjang kariernya di Formula 1.