Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk memiliki posisi tawar tinggi di pasar komoditas global.

Peluang itu terbuka lebar terutama pada komoditas CPO karena status Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia.

Peningkatan penerimaan negara berpotensi tercapai jika Indonesia mengambil peran lebih masif dalam mengendalikan volume dan perdagangan. DSI dapat memperkokoh fungsi pengawasan dengan mengimplementasikan sistem pemantauan terpadu.

"Jika DSI mampu melakukan monitoring dan menertibkan transaksi ekspor melalui mekanisme satu pintu, rasanya akan banyak dampak positif yang bisa dinikmati pemerintah dan rakyat Indonesia dari sumber daya alamnya ini," kata Fendi.

Sektor lain yang berpotensi besar dioptimalkan adalah pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE).

Pemerintah terus menempuh berbagai cara untuk mendorong penempatan DHE di perbankan dalam negeri, namun hasilnya belum optimal.

Optimalisasi pengelolaan devisa dapat mempertebal cadangan devisa negara.

Kondisi itu sekaligus meningkatkan kemampuan Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saat menghadapi tekanan di pasar keuangan global.

Perbaikan manajemen ekspor dan penataan DHE dari komoditas utama bakal menjadi instrumen krusial.

>>> Jadwal MPL ID S17 Pekan 7: Sabtu 9 Mei 2026 Hadirkan Derbi Klasik RRQ vs Evos

Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak manfaat ekonomi sumber daya alam sekaligus membentengi rupiah di tengah dinamika ekonomi dunia.