Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sukses menerbitkan obligasi global senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,55 triliun.

Penerbitan ini mendapat respons positif dari pasar global, dengan kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,0 kali lipat. Puncak pemesanan mencapai US$ 4,6 miliar.

>>> Kemenhaj Pulangkan 95.178 Jemaah Haji Indonesia Melalui Bandara Jeddah

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa obligasi ini memperoleh permintaan yang kuat dengan imbal hasil (yield) yang rendah.

Obligasi tersebut diluncurkan dalam dua tenor: jangka lima tahun dengan yield 5,35 persen dan jangka 10 tahun dengan yield 5,95 persen.

Rosan menegaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

"Bond kita ini memang sangat sukses, dilihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya yang relatif rendah," ujar Rosan.

Ia menambahkan bahwa jika investor tidak percaya, mereka akan meminta yield premium yang sangat tinggi, namun hal itu tidak terjadi.

>>> Ritual Ruwatan dan Jamasan Pusaka Sambut Malam 1 Suro di Lasem

Manajemen Danantara kini membuka peluang untuk menerbitkan obligasi global dengan tenor hingga 30 tahun, melihat besarnya minat investor.

"Rencananya kita kalau menerbitkan obligasi, kita akan lihat bisa sampai yang 30 tahun, karena appetite-nya itu sangat besar," kata Rosan.

Ia menjelaskan bahwa investor asing menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil meskipun ada dinamika geopolitik dan geoekonomi.

Realisasi imbal hasil obligasi ini berada di bawah perkiraan awal pasar. Pada saat book building, yield diproyeksikan pada rentang 6 hingga 7 persen.

Pencapaian ini menepis anggapan bahwa instrumen keuangan Danantara tidak akan diminati pasar. Rosan menyebut hasil ini sebagai bukti nyata kepercayaan investor.

>>> 7 Cara Aman Menghentikan Flek saat Hamil Muda

"Tanggal 11 kemarin kita sudah signing, dan tanggal 18 dana-nya akan masuk ke dalam rekening Danantara," pungkas Rosan.