Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Penonaktifan ini dilakukan sebagai langkah penataan menyeluruh, termasuk pelaksanaan audit terhadap seluruh dapur penyedia program.

>>> Promo JSM Alfamart 24-26 April 2026: Diskon Margarin hingga Kecap

Kebijakan tersebut bertujuan agar pelaksanaan program menjadi lebih matang saat siswa kembali bersekolah.

Langkah penataan internal mencakup evaluasi kualitas dapur, perbaikan tata kelola, peningkatan kapasitas SDM, hingga pembenahan sistem pendataan.

Audit Dapur dan Pembenahan Data

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa momentum libur sekolah dimanfaatkan untuk mengaudit semua dapur.

"Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik," ujarnya di Jakarta.

Agustina menegaskan bahwa penghentian hanya berlaku selama libur sekolah. "Iya, stop.

>>> Memahami Penentuan Kalender Hijriah untuk Idulfitri 2026

Untuk yang semasa libur sekolah, sambil kita membenahi," katanya.

Akurasi data menjadi poin krusial agar kebijakan intervensi ke depan tepat sasaran. "Kami akan melakukan transformasi, mulai dari SDM, tata kelola, hingga data.

Tidak mungkin membuat kebijakan tanpa data yang jelas," ujar Agustina.

BGN kini mulai menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan basis data.

Penajaman sasaran penerima manfaat atau refocusing juga tengah berjalan demi memprioritaskan kelompok paling membutuhkan dan meningkatkan efisiensi anggaran.

>>> Barcelona Incar Kemenangan atas Real Betis di La Liga

"Kita bicaranya penerima manfaat dulu, baru dampaknya ada dapur dan sebagainya. Kita akan tata ulang," pungkas Agustina.