Pasar otomotif Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Data Gaikindo menunjukkan distribusi mobil PHEV dari pabrik ke diler pada Januari hingga Mei 2026 meroket lebih dari 400 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Manulife: Instrumen Kas Dominasi Investasi Pensiun di Asia

Pada lima bulan pertama 2025, penjualan PHEV hanya 504 unit. Namun pada periode yang sama di 2026, angka itu melesat menjadi 2.601 unit.

Dominasi Merek Tiongkok

Lonjakan ini digerakkan oleh ekspansi besar-besaran pabrikan asal Tiongkok yang kini memimpin pasar tanpa tekanan berarti dari produsen Jepang.

Chery menjadi pemimpin pasar melalui SUV Tiggo 8 CSH dengan distribusi 1.190 unit, atau 45,7 persen dari total penjualan PHEV nasional.

>>> Kemendikdasmen Salurkan PIP Termin 2 Tahun 2026 Secara Bertahap

Posisi kedua ditempati Chery Tiggo 9 CSH dengan 300 unit. Kedua model ini menguasai 57,2 persen pangsa pasar PHEV domestik.

Wuling juga menunjukkan performa kompetitif. Wuling Eksion PHEV menempati peringkat ketiga dengan 258 unit, disusul Wuling Darion PHEV dengan 256 unit.

Pendatang baru seperti Geely Starray EM-i mencatat 210 unit, sementara Jaecoo J8 SHS mendistribusikan 169 unit.

>>> Ramalan Zodiak 16 Juni 2026: Matahari di Gemini Pacu Kreativitas dan Komunikasi

Pertumbuhan ini menunjukkan konsumen Indonesia semakin tertarik pada teknologi elektrifikasi yang menawarkan efisiensi seperti mobil listrik untuk harian, namun tetap memiliki mesin bensin untuk perjalanan jauh.