Kelompok paling kaya atau Desil 10 diperkirakan menanggung beban finansial terbesar akibat larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan operasional perusahaan, perkebunan, serta pertambangan.

"Singkatnya, sekitar separuh dari total beban kenaikan ini ditanggung oleh 20 persen rumah tangga terkaya. Kenaikan Pertamax bekerja seperti pajak yang lebih banyak menyasar orang mampu," ucap Yayan.

Jaminan Pasokan dari Pertamina

Menanggapi potensi pergeseran konsumsi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan terkait ketersediaan pasokan bahan bakar bersubsidi di lapangan.

Pihak korporasi memastikan proses distribusi ke seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjalan normal dan stok dipastikan aman sesuai regulasi pemerintah.

>>> Tahan Imbang Spanyol, Pelatih Cape Verde Puas dengan Kedisiplinan Taktik

"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.