Pelatih Timnas Cape Verde, Bubista, mengapresiasi tinggi performa anak asuhnya setelah berhasil menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang digelar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026) malam WIB itu berakhir tanpa gol.

>>> Vivo Bocorkan Spesifikasi Kamera X Fold 6, Siap Meluncur Akhir Juni

Sejak awal, Bubista sudah memprediksi Spanyol akan mendominasi penguasaan bola karena keunggulan kualitas pemain.

"Tentu saja, kita bisa mengatakan bahwa Spanyol menguasai bola hampir sepanjang waktu, tetapi mengendalikan pertandingan bukan hanya soal penguasaan bola," kata Bubista kepada wartawan.

Untuk meredam dominasi tersebut, ia menerapkan strategi yang mengutamakan kedisiplinan posisi.

"Kami melakukannya dengan cara yang berbeda.

Kami ingin memiliki lebih banyak transisi untuk menyerang, tetapi Spanyol cukup sulit, jadi kami senang dengan ini," ujarnya.

Bubista menilai serangan balik cepat dan situasi bola mati menjadi kunci krusial di turnamen besar seperti Piala Dunia.

"Tim-tim saat ini unggul dalam organisasi pertahanan. Secara statistik, tim memenangkan pertandingan dengan umpan transisi atau bola mati.

Kami harus mempersiapkan diri dengan cara ini," tandasnya.

Sebagai tim nonunggulan, Cape Verde mengandalkan soliditas dan mentalitas pantang menyerah.

"Sepak bola adalah tentang organisasi, keberanian, dan tekad. Tim-tim kecil menjadikan hal itu sebagai dasar kemampuan terbaik mereka melawan tim besar," kata Bubista.

Ketangguhan mental tersebut mencerminkan identitas dan daya juang Cape Verde.

>>> Kondisi Beruang Kutub di Svalbard Membaik Meski Es Laut Menyusut

"Kami telah menunjukkan organisasi dan keberanian. Ini adalah bukti dari jati diri negara kami: ketahanan dan upaya mengatasi kesulitan."

Sejak masa persiapan, Bubista menegaskan komitmen timnya untuk bersaing di level tertinggi.