Kondisi kesehatan beruang kutub di Kepulauan Svalbard, Norwegia, dilaporkan mengalami peningkatan yang mengejutkan.

Hewan pemangsa di kawasan Arktik ini justru terlihat semakin gemuk dan sehat sejak awal periode 1990-an, meskipun wilayah tersebut menghadapi ancaman pemanasan global.

>>> AS Perbarui Panduan Perjalanan ke Kanada Jelang Piala Dunia 2026

Fenomena ini terungkap melalui hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di Scientific Reports pada 29 Januari 2026.

Tim peneliti mengukur kondisi tubuh 770 ekor beruang kutub dewasa di Svalbard dalam rentang waktu antara tahun 1992 hingga 2019.

Peningkatan kondisi fisik satwa ini terjadi di tengah situasi lingkungan yang memburuk.

Wilayah Svalbard tercatat kehilangan hampir 100 hari es laut per tahun, dengan laju penyusutan sekitar empat hari setiap tahunnya akibat perubahan iklim.

Faktor Adaptasi Lingkungan dan Perburuan

Dr Jon Aars dari Norwegian Polar Institute menjelaskan bahwa tubuh beruang kutub yang semakin gemuk menandakan status kondisi fisik yang semakin baik.

Meski demikian, penyebab pasti di balik terjadinya fenomena ini masih terus menjadi fokus perhatian para ilmuwan.

Para ahli memberikan peringatan bahwa perbaikan kondisi tubuh beruang kutub ini kemungkinan besar bersifat sementara.

Tren kenaikan suhu global yang terus berlanjut tetap menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup hewan ikonik di Kutub Utara tersebut.

>>> Estimasi Biaya Jakarta-Yogyakarta Pakai MPV Listrik BYD M6

"Dan saya sebenarnya memperkirakan akan melihat penurunan kondisi tubuh ketika kehilangan es lautnya sedalam ini," ujar Dr Aars, dikutip dari BBC.

Para ilmuwan menduga beruang kutub di Svalbard telah memulai adaptasi baru dengan mengalihkan fokus pencarian makanan ke wilayah daratan.

Satwa ini kini memangsa walrus dan rusa kutub, yang populasinya melonjak setelah mendapatkan perlindungan hukum sejak tahun 1950-an.