Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kembali mencatatkan reli signifikan seiring pemulihan pasar saham domestik.

Namun, penguatan tersebut dinilai masih ditopang investor domestik dan belum didukung arus dana asing yang kuat.

>>> Anime One Piece Episode 1162 Segera Rilis, Intip Jadwal dan Video Pratinjaunya

Prospek kenaikan jangka panjang masih bergantung pada perbaikan sentimen makroekonomi.

Kinerja Saham Perbankan Big Cap

Pada perdagangan pekan lalu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin penguatan dengan kenaikan 16,75% ke level Rp5.925.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan kenaikan 10,9% menjadi Rp3.560.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 9,38% ke Rp4.200 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 4,01% ke Rp2.850.

Kinerja tersebut sejalan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 7,38% ke level 6.007,65.

Meski demikian, minat investor asing terhadap saham-saham bank besar masih terbatas.

Pada hari terakhir perdagangan pekan lalu, hanya BBCA yang mencatatkan aksi beli bersih (net buy) asing sebesar Rp192,85 miliar.

Sebaliknya, BBNI masih mencatat net sell Rp38,78 miliar, BMRI Rp168,1 miliar, dan BBRI Rp371,65 miliar.

Sentimen Pasar dan Prospek

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai penguatan pasar saham mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

"Investor semakin melihat potensi jangka panjang Indonesia berdasarkan kondisi fundamental yang solid," ujarnya.

Penguatan pasar belakangan juga beriringan dengan munculnya sentimen rencana pembelian kembali (buyback) saham-saham BUMN oleh Danantara.

Menurut Dony, buyback merupakan langkah yang wajar ketika harga saham dinilai belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

Namun, Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai reli saham perbankan tidak semata-mata dipicu isu buyback.