Bagi Sanabria, bermain di Piala Dunia adalah impian masa kecil yang menjadi kenyataan.

Ia mengenang saat masih duduk di bangku sekolah pada 2010, ketika kelas dihentikan untuk menonton pertandingan Uruguay. "Semua anak-anak membawa bendera, jersey, cat wajah — Anda sebut saja.

Saya melihat orang-orang di jalan sangat euforia dan penuh semangat," ujarnya.

Sanabria menambahkan bahwa setiap anak tumbuh dengan mimpi menjadi pesepak bola, lalu membela tim nasional, dan akhirnya bermain di Piala Dunia.

"Itu adalah kompetisi tertinggi. Sungguh, itu yang terbaik dan menjadi aspirasi setiap anak," katanya.

Mengenai keputusannya pindah ke MLS bersama RSL, Sanabria menilai liga tersebut sedang berkembang pesat.

Ia juga tertarik menguji kemampuannya dalam menghadapi tantangan fisik yang menjadi ciri khas kompetisi tersebut.

"Saya berharap bisa terus membantu klub dan bekerja sama dengan rekan setim untuk mencapai target," ujarnya.

Sebelum kembali memperkuat klubnya di Utah, Sanabria berharap keluarganya dapat menyaksikan penampilannya di Piala Dunia 2026 langsung dari tribun stadion.

"Sejak panggilan pertama ke tim nasional, keluarga saya sangat bersemangat. Saya berharap mereka bisa melihat saya langsung di stadion, bukan di TV.

>>> Arab Saudi Ungguli Uruguay 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Itu akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya," pungkasnya.