Kekhawatiran Al-Deayea

Kekhawatiran taktis justru datang dari mantan penjaga gawang legendaris Arab Saudi, Mohammed Al-Deayea, yang menyoroti kelemahan lini belakang dalam mengantisipasi bola mati.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit tanpa diragukan lagi, dan saya yakin tim nasional Saudi akan mampu menanggung tanggung jawab tersebut," kata Al-Deayea dalam program Dorina Ghir.

Al-Deayea secara khusus meminta penjaga gawang utama untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap skema serangan udara lawan.

"Saya hanya khawatir dengan tim kami terkait umpan silang, karena para pemain sering mengalami masalah dalam penempatan posisi, dan saya meminta kiper kami, Mohammed Al-Owais, untuk tetap fokus," tambah Al-Deayea.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Dipicu Rencana Pembukaan Selat Hormuz

Mantan kiper tersebut kemudian memberikan pujian tinggi kepada penjaga gawang Maroko dan Al-Hilal yang baru saja menunjukkan performa memukau di level internasional.

"Dia adalah bintang yang luar biasa dan istimewa, dan berhasil membawa negaranya menang atas Brasil," ujar Al-Deayea.

Ia mengagumi konsistensi performa sang penjaga gawang hingga menganggapnya sebagai pemain terbaik di posisinya saat ini.

"Menurut saya, Yassine Bounou adalah kiper terbaik di dunia, dia tampil luar biasa saat melawan Brasil," ucap Al-Deayea memungkasi.

Wasit dan Seragam Pink Flamingo

Beralih ke perangkat pertandingan, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menunjuk wasit asal Italia Maurizio Mariani untuk memimpin jalannya laga ini.

Mariani, yang telah terdaftar sebagai wasit FIFA sejak 2019 dan memiliki rekam jejak memimpin 430 pertandingan termasuk derbi Milan, akan didampingi asisten senegaranya, Daniele Bindoni dan Alberto Tegoni, serta Drew Thomas Fischer dari Kanada sebagai wasit keempat.

Keputusan unik juga diambil untuk laga ini, di mana seluruh tim pengadil akan mengenakan seragam berwarna pink flamingo sebagai bentuk penghormatan bagi kota Miami yang menjadi markas pemusatan latihan 170 wasit turnamen.